Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Selasa, 13 Agustus 2019

MELALUI RAPAT KOORDINASI, BNNK LUMAJANG OPTIMALKAN REHABILITASI PENYALAH GUNA NARKOTIKA

Demi menyatukan visi serta penyusunan langkah-langkah strategis dalam pelaksanaan rehabilitasi Narkotika di Lumajang, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lumajang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Rehabilitasi Tingkat Kabupaten bersama Instansi Terkait.Rakor dibuka oleh Kepala BNNK Lumajang, AKBP Indra Brahmana dengan narasumber Kabid Rehabilitasi BNNP Jawa Timur, dr. Poerwanto Setijawargo, Kasie PTM Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Iswahyuni dan Kauryan Dokpol RS Bhayangkara, Agus Suleman.Rakor yang diselenggarkan di Hall Arjuna Hotel GM Lumajang (13/8) ini menghadirkan 19 orang peserta yang terdiri dari perwakilan dari Dinas Sosial, Puskesmas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pondok Pesantren.Kepala BNNK Lumajang, AKBP Indra Brahmana mengatakan, pembahasan rapat tidak lepas dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika (P4GN) dan prekursor Narkotika tahun 2018-2019. Instruksi menegaskan bahwa instansi pemerintah dan swasta wajib ikut serta melaksanakan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Predaran Gelap Narkotika (P4GN) agar masyarakat lebih peduli dalam penanganan Narkotika. “Sebenarnya semua sudah melakukan program masing masing, namun kita sinkronkan lagi program-program ini agar berjalan bersama,” kata Indra.Sementara itu menurut Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Jawa Timur, dr Poerwanto,  Stigma negative masyarakat terhadap pecandu menyebabkan mereka enggan mengakui bahwa dirinya adalah pecandu Narkoba. Disamping itu, banyak diantara kita yang masih menganggap pecandu merupakan pelaku tindak kriminal yang harus dihukum pidana. “Sudah menjadi tugas kita bersama untuk memberikan informasi yang benar tentang rehabilitasi kepada masyarakat agar bagi mereka yang menjadi penyalahguna narkoba tidak lagi takut untuk datang menjalani program rehabilitasi,” Kata dr Poer. (yud)  



Rabu, 31 Juli 2019

KEPALA BNN KABUPATEN LUMAJANG APRESIASI IPWL RUMAH SAKIT BHAYANGKARA LUMAJANG

Kepala BNNK Lumajang menyatakan apresiasi yang luar biasa dengan dibukanya layanan rawat inap di Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) RS Bhayangkara Lumajang.Indra mengatakan bahwa, strategi penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap tidak bisa hanya dengan mengedepankan kegiatan pemberantasan (supply reduction), tetapi juga harus diimbangi dengan kegiatan pengurangan terhadap permintaan (demand reduction) dengan pelayanan rehabilitasi kepada para pecandu dan penyalahguna agar terbebas dari jeratan narkoba dan tidak lagi terus kecanduan untuk mengkonsumsinya.Indra yakin, sinergitas antar Instansi di Kabupaten Lumajang dalam penanggulangan bahaya Narkoba akan membuahkan hasil yang positif."Kita semua tahu, kegiatan pemberantasan Narkoba oleh Polres Lumajang dilakukan dengan tanpa kenal lelah, kami BNN Lumajang juga terus menerus melakukan kegiatan pencegahan dan layanan rehabilitasi rawat jalan, sekarang RS Bhayangkara sebagai IPWL tidak hanya memberikan layanan rawat jalan tetapi sampai dengan rawat inap, bahkan Dinas Kesehatan juga siap memfasilitasi masyarakat Lumajang yang ingin mendapatkan layanan rehabilitasi dengan menghubungi Puskesmas terdekat, untuk selanjutnya bisa didampingi ke RS Bhayangkara ataupun ke Klinik BNNK Lumajang. Sungguh sinergitas yang luar biasa untuk bersama-sama mengatasi bahaya narkoba". Dirinya berharap, masyarakat Lumajang memanfaatkan fasilitas layanan rehabilitasi gratis ini dengan melapor kepada IPWL di RS Bhayangkara Lumajang atau ke BNNK Lumajang. "Lebih baik lapor, kami fasilitasi rehabilitasinya tanpa proses hukum, jangan menunggu ditangkap Polres atau BNN baru mau minta rehablitasi, kalau nunggu ditangkap, proses hukum akan tetap jalan. Pilih mana ?" tegasnya sambil tersenyum. (yud)


Rabu, 24 Juli 2019

PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL, BNN KABUPATEN LUMAJANG DAN DUTA ANTI NARKOBA KABUPATEN LUMAJANG BERIKAN PENYULUHAN DI SDN DITORUNAN 1 LUMAJANG

Upaya pencegahan dini terhadap narkoba semakin gencar dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lumajang. Kali ini dalam memperingati Hari Anak Nasional, BNNK Lumajang membidik kalangan pendidikan Sekolah Dasar (SD).Sekitar 350 anak-anak dari SD Negeri Ditotrunan 1 terlihat antusias mengikuti sosialisasi bahaya narkoba yang diberikan oleh Penyuluh Narkoba BNN Kabupaten Lumajang dibantu oleh Duta Anti Narkoba Kabupaten Lumajang.Penyampaian materi bahaya penyalahgunaan narkoba tersebut diselipkan dalam media permainan dan cerita yang interaktif, misalnya narkoba adalah barang terlarang oleh sebab itu, anak-anak diajarkan untuk menjauhinya. Sesekali dalam cerita disuguhi candaan sehingga anak-anak tertawa, pemberian hadiah bagi anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan dari penyuluh menambah keceriaan pada kegiatan tersebut.Kepala BNNK Lumajang, AKBP Indra Brahmana mengatakan, kegiatan kali ini merupakan upaya pencegahan dini terhadap penyalahgunaan narkoba. Sebab, penyalahgunaan narkoba saat ini sudah semakin parah."Jelas sangat penting, upaya pencegahan dini mutlak harus kita lakukan, salah satunya adalah ke tingkat anak sekolah dasar seperti sekarang ini," katanya.Lebih lanjut dikatakannya, penyampaian materi menjadi tantangan sendiri bagi anggota BNNK Lumajang, karena masih anak-anak, maka harus menyesuaikan dengan media anak yang mudah dipahami."Kami menggunakan media permainan, film animasi dan cerita boneka layaknya dongeng dengan kisah yang diselipkan cerita tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dengan bahasa anak, kemudian juga ada badut untuk meramaikan suasana," jelasnya.Sudah menjadi tugas kita bersama untuk memastikan anak-anak dapat tumbuh sehat dan aman agar mereka bisa menggapai masa depan cerahnya,” tegasnya.Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri Ditotrunan 1, Drs. Muhammad Yusuf, M.MPd mengaku senang pihak BNNK Lumajang mendatangi sekolahnya untuk melakukan sosialisasi dan penyuluhan."Kami senang sekali, ini pertama kalinya, kami berharap dengan kegiatan seperti ini dapat menjauhkan anak-anak dari bahaya penyalahgunaan narkoba," katanya.“Dengan kegiatan ini sedikit banyak anak-anak bisa mendapatkan pengetahuan tentang penyalagunaan narkoba melalui penyampaian yang sederhana dengan bahasa anak-anak tadi oleh pihak BNNK Lumajang,” tegas Yusuf. (yudi)



Senin, 11 Maret 2019

BNNK LUMAJANG OPTIMALKAN TIM ASESMEN TERPADU UNTUK PULIHKAN PECANDU NARKOBA

Setiap tahun peredaran narkotika mengalami peningkatan, baik jumlah kasus yang diungkap maupun jenisnya. Bahkan saat ini negara  kita dikategorikan sedang dalam keadaan darurat narkotika.

Penanganan terhadap penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pun terus berevolusi. Selain pemberantasan jaringan peredaran gelap narkotika, BNN juga fokus penanganan rehabilitasi bagi pemakai yang tertangkap tangan dan berurusan dengan hukum di pengadilan.

Melalui Tim Asesmen Terpadu (TAT) yang terdiri dari unsur dokter (kedokteran medis dan psikologis) dan tim hukum (kepolisian, kejaksaan, BNN serta bagian hukum dan HAM/lapas), nasib pemakai narkotika bisa dibedakan antara pengedar dan pecandu.

"TAT menjadi ujung tombak dalam menentukan apakah penyalahgunaan narkotika termasuk dalam kualifikasi pecandu atau korban penyalahgunaan. Ini akan sangat berpengaruh dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika," kata AKBP Indra Brahmana, kepala BNN Kabupaten Lumajang, ketika ditemui disela kegiatan TAT di kantornya, Senin (11/3).

TAT berposisi sebagai asesor yang memiliki tugas  memberikan rekomendasi bagi hakim mengenai tingkat ketergantungan  narkotika dan keterlibatan tersangka pada tindak pidana narkotika. Sehingga, melalui rekomendasi TAT, penindakan terhadap penyalahgunaan narkotika bisa diklasifikasikan dan disesuaikan. Namun, akhir dari keputusan hukum tetap berada di tangan hakim yang mengadili kasus tersebut. "Karena fokus BNN adalah bagaimana korban narkotika bisa direhabilitasi. Berbeda misalnya dengan pecandu atau pengedar dalam penindakan hukumnya," imbuhnya.

Tidak semua kasus penyalahgunaan narkotika bisa melalui TAT. Ada beberapa kualifikasi bagi pelaku penyalahgunaan narkotika yang terjerat hukum dan disidangkan dengan indikator barang bukti. Yaitu untuk kasus sabu-sabu di bawah 1 gram, ekstasi 8 butir dan ganja 5 gram. 

Adanya indikator tersebut sebagai upaya dalam melindungi masa depan korban penyalahgunaan narkotika. Sehingga sanksi hukumnya tidak sama dengan pecandu, apalagi pengedar. "Rehabilitasi menjadi cara bagi para korban tersebut. Lewat TAT inilah nasib mereka bisa diselamatkan," ujar Indra.

Karena, lanjut Indra, tidak semua penyalahgunaan narkotika, terutama korban, harus dihukum sesuai regulasi, yaitu hukuman penjara. (yud)


Rabu, 24 Juli 2019

PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL, BNN KABUPATEN LUMAJANG DAN DUTA ANTI NARKOBA KABUPATEN LUMAJANG BERIKAN PENYULUHAN DI SDN DITORUNAN 1 LUMAJANG

Upaya pencegahan dini terhadap narkoba semakin gencar dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lumajang. Kali ini dalam memperingati Hari Anak Nasional, BNNK Lumajang membidik kalangan pendidikan Sekolah Dasar (SD).Sekitar 350 anak-anak dari SD Negeri Ditotrunan 1 terlihat antusias mengikuti sosialisasi bahaya narkoba yang diberikan oleh Penyuluh Narkoba BNN Kabupaten Lumajang dibantu oleh Duta Anti Narkoba Kabupaten Lumajang.Penyampaian materi bahaya penyalahgunaan narkoba tersebut diselipkan dalam media permainan dan cerita yang interaktif, misalnya narkoba adalah barang terlarang oleh sebab itu, anak-anak diajarkan untuk menjauhinya. Sesekali dalam cerita disuguhi candaan sehingga anak-anak tertawa, pemberian hadiah bagi anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan dari penyuluh menambah keceriaan pada kegiatan tersebut.Kepala BNNK Lumajang, AKBP Indra Brahmana mengatakan, kegiatan kali ini merupakan upaya pencegahan dini terhadap penyalahgunaan narkoba. Sebab, penyalahgunaan narkoba saat ini sudah semakin parah."Jelas sangat penting, upaya pencegahan dini mutlak harus kita lakukan, salah satunya adalah ke tingkat anak sekolah dasar seperti sekarang ini," katanya.Lebih lanjut dikatakannya, penyampaian materi menjadi tantangan sendiri bagi anggota BNNK Lumajang, karena masih anak-anak, maka harus menyesuaikan dengan media anak yang mudah dipahami."Kami menggunakan media permainan, film animasi dan cerita boneka layaknya dongeng dengan kisah yang diselipkan cerita tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dengan bahasa anak, kemudian juga ada badut untuk meramaikan suasana," jelasnya.Sudah menjadi tugas kita bersama untuk memastikan anak-anak dapat tumbuh sehat dan aman agar mereka bisa menggapai masa depan cerahnya,” tegasnya.Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri Ditotrunan 1, Drs. Muhammad Yusuf, M.MPd mengaku senang pihak BNNK Lumajang mendatangi sekolahnya untuk melakukan sosialisasi dan penyuluhan."Kami senang sekali, ini pertama kalinya, kami berharap dengan kegiatan seperti ini dapat menjauhkan anak-anak dari bahaya penyalahgunaan narkoba," katanya.“Dengan kegiatan ini sedikit banyak anak-anak bisa mendapatkan pengetahuan tentang penyalagunaan narkoba melalui penyampaian yang sederhana dengan bahasa anak-anak tadi oleh pihak BNNK Lumajang,” tegas Yusuf. (yudi)


Kamis, 28 Februari 2019

BERSIHKAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN DARI NARKOBA, BNN KABUPATEN LUMAJANG BENTUK RELAWAN

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lumajang membentuk relawan antinarkoba di lingkungan pendidikan Kabupaten Lumajang. Langkah ini sebagai bentuk pencegahan peredaran narkoba di dunia pendidikan.Hal ini merupakan hasil kegiatan dari asistensi penguatan pembangunan berwawasan antinarkoba di institusi pendidikan Kabupaten Lumajang yang digelar di Hotel Lumajang, Kamis (28/2). Dalam acara itu hadir sebanyak 30 orang dari instansi pendidikan Kabupaten Lumajang di wilayah Kecamatan Lumajang dan Kecamatan Klakah yang akan menjadi relawan antinarkoba."Kehadiran relawan untuk terwujudnya lingkungan pendidikan di Lumajang bersih narkoba," ujar Kepala BNNK Lumajang AKBP Indra Brahmana. Menurut Indra, para relawan antinarkoba yang telah mengikuti asistensi penguatan akan memperoleh sertifikat serta pin yang memiliki nomer registrasi resmi. Mereka, kata dia, nantinya akan bertugas menciptakan lingkungan bersih narkoba di sekolahnya masing-masing.Indra Brahmana menambahkan, relawan anti narkoba harus menjaga nama baik relawan maupun organisasi BNN sebagai pembina relawan. Selain itu kata dia perilaku atau tindakan sukarela yang dilakukan relawan antinarkoba untuk menolong orang lain.Khususnya, ungkap Indra, dalam memberikan informasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) kepada masyarakat. "Kegiatan ini tanpa mengharapkan imbalan untuk terwujudnya lingkungan bebas narkoba," imbuh dia. (yud) 



Minggu, 7 Juli 2019

GRAND FINAL DUTA ANTI NARKOBA DI GELAR MERIAH DI PENDOPO ARYA WIRARAJA LUMAJANG

Narkoba makin berbahaya, sebab peredarannya sudah merambah di kalangan anak-anak sekolah. Untuk itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M. ML., mengapresiasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kab. Lumajang yang menggelar program maupun inovasi menghadapi problematika bahaya Narkoba.Hal itu, disampaikan Bupati (Cak Thoriq) saat Grand Final pemilihan Duta Anti Narkoba 2019 dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2019, di Pendopo Arya Wiraraja Kab. Lumajang, Sabtu (6/7) malam.HANI tersebut, mengusung tema “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas.”Cak Thoriq menyampaikan, bahwa, penyalahguanaan Narkoba saat ini banyak didapati di Kabupaten Lumajang. Diungkapkan, peredaran narkoba tidak hanya di kalangan remaja saja, bahkan sampai sudah sampai di kalangan anak sekolah.Anak-anak juga dalam ancaman minuman oplosan, yang bahannya sering didapat dari toko toko tradisional.Ia mengatakan, dalam menangani penyalahgunaan pemakaian obat, Pemerintah membatasi guna mempersempit penjualan obat yang dapat disalahgunakan di toko – toko tradisional di wilayah Kab. Lumajang.Obat yang dimaksud seperti misalnya, dextro, alkohol dan lain sebagainya.“Ini Menjadi rekomendasi kita pemerintah untuk mengatasi obat yang dapat disalahgunakan pemakaianya oleh anak – anak,” katanya.Cak Thoriq menyadari, bahwa, persoalan narkoba tidak bisa dihadapi sendirian oleh BNN. Untuk itu, Ia berharap, BNN dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam upaya memberantas narkoba, sehingga generasi muda di Lumajang terbebas dari bahaya narkoba.“Kami Pemerintah Kab. Lumajang akan terus mensuport BNN untuk bersama-sama memberantas narkoba,” pungkasnya.Sementara itu, kepala BNN Kab. Lumajang Indra Brahmana, mengungkapkan hal yang senada, bahwa peredaran gelap narkoba pada saat ini sudah menyentuh ke level anak sekolah.“Sesuai data yang kami dapatkan, saat ini sudah sampai masuk petani di bagian selatan bahkan sampai level anak sekolah”, katanya.Ia mengungkapkan, bahwa, pihaknya akan berupaya menerapkan maupun mengambil kebijakan yang tepat dan efektif untuk menyelamatkan anak- anak generasi bangsa.Ia menyatakan, adanya Duta Anti Narkoba tersebut, berharap bisa menjadi motivasi para generasi muda di Kab. Lumajang untuk menghindari bahaya narkoba. Grand Final Duta Anti Narkoba tersebut dimenangkan oleh Ferdi hari Purwanto dari SMK PGRI Lumajang dan Elfina denyyatika Arifin SMA Negeri 2 Lumajang. Sementara itu, pemenang favorit diraih oleh M Iqbal Pamungkas dari UNEJ dan Anisa Wildan f. Dari STIE Widya gama Lumajang. (yud) 


Terkini


Kamis, 23 Mei 2019

BNNK Lumajang Gelar Pemilihan Duta Anti Narkoba 2019


Kamis, 23 Mei 2019

BNNK Lumajang Gelar Pemilihan Duta Anti Narkoba 2019


Selasa, 6 Agustus 2019

NARKOBA : KENIKMATAN MEMANG DIBUTUHKAN, TAPI TIDAK SEMUA KENIKMATAN BISA KITA PRIORITASKAN

Hidup adalah tentang memilih kesenangan dan memaknai penderitaan. Pada hakikatnya manusia memang cenderung mencari hal-hal yang menyenangkan bagi hidupnya, dan tidak jarang manusia mengatasnamakan kenikmatan sebagai dasar ia hidup. Martin Seligmen yaitu pakar psikologi positif menyatakan bahwa setiap manusia perlu menanamkan pemahaman mengenai pemaknaan terhadap memilih kesenangan dan penderitaan dalam hidup yang biasa disebut grafitication dan pleasure.Di era modern ini, manusia sering mengalami wabah galau dan kesepian, dan kenikmatan seolah menjadi kebutuhan yang harus terpenuhi. Manusia seakan bergantung pada kenikmatan yang sangat mudah ia dapatkan seperti tempat hiburan, kuliner yang beragam, media sosial yang semakin canggih, bahkan barang-barang yang mudah didapatkan. Hingga pada akhirnya manusia hidup hanya untuk mencari kenikmatan lagi dan lagi, yang menyebabkan manusia jauh dari kata antusias terhadap aktualisasi diri terhadap hidupnya. Hal ini akan berdampak pada diri sendiri dan merabah ke lingkungan yang akan menjadikan sumber daya manusia semakin buruk bagi kemajuan Bangsa.Salah satu masalah mengenai kenikmatan yang besar dampaknya ialah narkoba. Khususnya generasi millennial yang menjadikan kenikmatan sementara sebagai prioritas utama. Banyak dari kaum muda yang ketika mengalami penderitaan tidak mampu untuk mencari solusi atas masalahnya, seperti gagal dalam percintaan, stress dalam menghadapi pendidikan, dan lain sebagainya. Sehingga mereka memilih untuk mencari kenikmatan dengan mengkonsumsi barang-barang haram. Mudahnya mendapatkan barang-barang haram tersebut memang menjadi salah satu faktor utama penyebab seseorang mengkonsumsi narkoba. Tidak hanya itu, karakteristik emosi yang masih labil juga merupakan pemicu generasi muda dalam pengambilan keputusan yang salah.Kenikmatan memang kita butuhkan, tapi tidak semua kenikmatan bisa kita prioritaskan. Banyak hal positif lain yang bisa kita lakukan ketika mengalami stress seperti melakukan aktivitas olahraga atau melakukan hal positif yang kita senangi, berkumpul dengan orang-orang yang membuat kita merasa nyaman seperti keluarga dan teman walau hanya sekedar curhat atau bercerita. Banyak hal yang mampu menjaga diri kita menjadi sehat, bisa dengan membiarkan tangisan keluar dengan baik, bisa juga memilih untuk menyendiri dengan niat positif. Lakukan apa saja yang membuatmu merasa baik, dan tidak untuk mengatasi masalah dengan masalah.Orang yang menyalahgunakan narkoba untuk solusi masalahnya merupakan orang yang ingin mati sia-sia, golongan orang yang memaknai penderitaan dengan kebodohan, dan orang yang buta akan kesenangan. Mau jadi apa kita di masa depan itu kita sendiri yang menentukan, sebab kontrol penuh hidup kita adalah diri kita sendiri. Mulai sekarang tanamkan, bahwa stress, galau, jomblo, taka da uang, kesepian itu bukan masalah, yang menjadi masalah adalah ketika kau mempermasalahkan itu semua. Jadi berhentilah menyakiti dirimu dengan hal hal bodoh yang membuat hidupmu dan lingkunganmu malu.Penulis : Rohmatul Umah (Duta Anti Narkoba Kabupaten Lumajang/Mahasiswi Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang)


Selasa, 6 Agustus 2019

NARKOBA : KENIKMATAN MEMANG DIBUTUHKAN, TAPI TIDAK SEMUA KENIKMATAN BISA KITA PRIORITASKAN

Hidup adalah tentang memilih kesenangan dan memaknai penderitaan. Pada hakikatnya manusia memang cenderung mencari hal-hal yang menyenangkan bagi hidupnya, dan tidak jarang manusia mengatasnamakan kenikmatan sebagai dasar ia hidup. Martin Seligmen yaitu pakar psikologi positif menyatakan bahwa setiap manusia perlu menanamkan pemahaman mengenai pemaknaan terhadap memilih kesenangan dan penderitaan dalam hidup yang biasa disebut grafitication dan pleasure.Di era modern ini, manusia sering mengalami wabah galau dan kesepian, dan kenikmatan seolah menjadi kebutuhan yang harus terpenuhi. Manusia seakan bergantung pada kenikmatan yang sangat mudah ia dapatkan seperti tempat hiburan, kuliner yang beragam, media sosial yang semakin canggih, bahkan barang-barang yang mudah didapatkan. Hingga pada akhirnya manusia hidup hanya untuk mencari kenikmatan lagi dan lagi, yang menyebabkan manusia jauh dari kata antusias terhadap aktualisasi diri terhadap hidupnya. Hal ini akan berdampak pada diri sendiri dan merabah ke lingkungan yang akan menjadikan sumber daya manusia semakin buruk bagi kemajuan Bangsa.Salah satu masalah mengenai kenikmatan yang besar dampaknya ialah narkoba. Khususnya generasi millennial yang menjadikan kenikmatan sementara sebagai prioritas utama. Banyak dari kaum muda yang ketika mengalami penderitaan tidak mampu untuk mencari solusi atas masalahnya, seperti gagal dalam percintaan, stress dalam menghadapi pendidikan, dan lain sebagainya. Sehingga mereka memilih untuk mencari kenikmatan dengan mengkonsumsi barang-barang haram. Mudahnya mendapatkan barang-barang haram tersebut memang menjadi salah satu faktor utama penyebab seseorang mengkonsumsi narkoba. Tidak hanya itu, karakteristik emosi yang masih labil juga merupakan pemicu generasi muda dalam pengambilan keputusan yang salah.Kenikmatan memang kita butuhkan, tapi tidak semua kenikmatan bisa kita prioritaskan. Banyak hal positif lain yang bisa kita lakukan ketika mengalami stress seperti melakukan aktivitas olahraga atau melakukan hal positif yang kita senangi, berkumpul dengan orang-orang yang membuat kita merasa nyaman seperti keluarga dan teman walau hanya sekedar curhat atau bercerita. Banyak hal yang mampu menjaga diri kita menjadi sehat, bisa dengan membiarkan tangisan keluar dengan baik, bisa juga memilih untuk menyendiri dengan niat positif. Lakukan apa saja yang membuatmu merasa baik, dan tidak untuk mengatasi masalah dengan masalah.Orang yang menyalahgunakan narkoba untuk solusi masalahnya merupakan orang yang ingin mati sia-sia, golongan orang yang memaknai penderitaan dengan kebodohan, dan orang yang buta akan kesenangan. Mau jadi apa kita di masa depan itu kita sendiri yang menentukan, sebab kontrol penuh hidup kita adalah diri kita sendiri. Mulai sekarang tanamkan, bahwa stress, galau, jomblo, taka da uang, kesepian itu bukan masalah, yang menjadi masalah adalah ketika kau mempermasalahkan itu semua. Jadi berhentilah menyakiti dirimu dengan hal hal bodoh yang membuat hidupmu dan lingkunganmu malu.Penulis : Rohmatul Umah (Duta Anti Narkoba Kabupaten Lumajang/Mahasiswi Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang)


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP JAWA TIMUR

349

Total Kasus Narkoba

444

Total Tersangka Kasus Narkoba

446

Total Pasien Penyalahgunaan

4,824

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

12,701,425

Jumlah Sebaran Informasi

Tautan Terkait