Cetak
PDF
18
Des14

Waspada, Narkoba terus Masuk Indonesia

Ditulis oleh Admin pada Kamis, 18 Desember 2014 12:53 WIB. Dibaca: 3777 kali

Jaringan narkotika internasional tidak akan berhenti memasukan barnag terlarang itu ke seluruh Indonesia melalui pelabuhan dan bandara. Hal itu terjadi karena masih banyak permintaan barang terlarang itu di Indonesia.

“konsumen narkotika, entah itu shabu, ganja, ketamin atau heroin di ne gar akita masih banyak, apapun upaya pemberantasan narkoba, termasuk pencegahan yang terus dilakukan dan pemberian sanksi hukum, selama konsumen ada, narkotika tidak akan berhenti masuk ke Indonesia,” kata kepala seksi penindakan dan penyelidikan Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno Hatta seusai mengungkap soal penangkapan dua warga Indonesia yang menerima kiriman 126 gram shabu.

Selama 2012 tercatat 3.441,8 gram shabu gagal diselundupkan melalui Bandara Soekarno-Hatta. Selain shabu itu, penyelundupan 536 gram levimetorfan, 628,5 gram kokain, 300 butir happy five, dan 41 butir ekstasi juga dapat digagalkan. Nilai barang bukti itu diperkirakan Rp. 8,3 milyar. “dari 13 kasus hasil penangkapan yang dilakukan sejak bulan Januari hingga Maret ini, jika beredar ke masyarakat akan mengancam 500-550 pemuda,” kata Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Oza Olivia.

Oza menjelaskan, peran serta kerja sama yang baik dan terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir akan membantu menggurangi penyalahgunaan narkotika dan upaya memasukan barnag tersebut ke Negara kita.

Jasa Titipan

Oza mengatakan, satu dari 13 kasus penggagalan upaya penyelundupan narkoba dilakukan perseorangan. Sebagian besar kasus itu melalui pengiriman karo lewat perusahaan jasa penitipan. “sejak awal tahun terjadi perubahan pola penyelundupan narkotika melalui bandara ini. Kalau sebelumnya dilakukan perseorangan dalam berbagai cara, kini beralih melalui kargo,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Polsek Kota Bandara Soekaro-Hatta, Tanggerang, Ajun Komisaris Besar Tatan Sulistyana mengatakan, dua tersangka yang menerima paket kiriman telephone rumah dari China berisi Shabu seberat 126 gram ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta yang bekerja sama dengan Polrestro Khusus Bandara. Kedua tersangka adalah Ah (50), diduga pemilik barang, dan Sm (32), karyawan Ah.

Shabu yang diduga dipesan melalui jairngan internet itu dibungkus dalam delapan plastik berukuran kecil dan disimpan dalam telephone rumah berwarna merah.

“petugas langsung mendatangi alamat paket di salah satu apartemen di Jakarta Utara paket itu diterima Sm yang mendampingi bosnya Ah,” kata Tatan

Tersangka dan abrnag bukti diserahkan penyidik Polrestro Khusus Bandara.

Indeks Artikel

NARKOBA DAN BONUS DEMOGRAFI

Minggu, 1 Januari 2017

Bonus demografi adalah suatu fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pemba... Baca

PENGERTIAN TENTANG SHABU ATAU METAMFETAMIN

Kamis, 16 Juni 2016

Amfetamin ditemukan pada akhir 1900-an, namun  baru dipasarkan pada 1930-an, waktu Benzedrin     dik... Baca

HEROISME UNTUK HUMANISME

Selasa, 7 Juni 2016

Pondasi bangsa ini bisa kokoh tidak lepas dari peran penting para pahlawan yang telah mengor... Baca

PERAN ORANG TUA DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Selasa, 7 Juni 2016

Bagaimanakah peran dan tanggung jawab orang tua dalam mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba ? Ke... Baca

ANCAMAN NARKOTIKA GOLONGAN III DISEKITAR KITA

Selasa, 7 April 2015

Artikel ini menjadi penting untuk penulis ulas di tengah-tengah publik dengan mempertimbangkan bah... Baca